Lombok Mahal, Dinas Pertanian Kutim Dorong Masyarakat Tanam di Pekarangan
Kepala
DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Tingginya harga
cabai atau lombok di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi perhatian serius
pemerintah daerah. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP)
Kutim pun mendorong masyarakat untuk menanam lombok di pekarangan
masing-masing.
Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum,
mengatakan bahwa harga lombok di Kutim saat ini mencapai Rp160.000 per
kilogram. Harga tersebut tergolong tinggi dan menjadi salah satu penyebab
inflasi di daerah ini.
"Salah satu penyebab inflasi tinggi
setiap tahun adalah lombok. Terutama di Kaltim, khususnya di Kutim. Harganya
bisa mencapai Rp160.000 perkilogram," kata Dyah kepada media ini saat
ditemui di ruang kerjanya, Senin (4/12/2023).
Dyah membantah jika kondisi Kaltim, khususnya
Kutim, tidak cocok dengan tanaman lombok. Sebab, menurutnya, pihaknya telah
melakukan uji coba menanam lombok dan hasilnya sangat bagus.
"Setelah uji coba, ternyata hasilnya
sangat bagus. Untuk itu, dari hasil uji coba ini, nantinya akan kembali
ditanam, hingga tiga kali, tentu dengan luasan lahan yang lebih besar. Dari
hasil ketiga nanti, maka itu akan menjadi varietas lombok asli Kutim, yang
cocok dengan kondisi alam Kutim," ucapnya.
Sementara untuk lombok, diakui selama ini
memang sudah ada petani yang menanam lombok. Namun kini pihaknya akan terus
meningkatkan produksi dengan luasan tanam.
"Kami sudah siapkan sekitar 1.000 pohon
untuk dibagikan ke petani. Kami juga akan memberikan pendampingan kepada para petani,
mulai dari cara budidaya, penyediaan pupuk dan pestisida, hingga pemasaran
hasil panen," jelasnya.
Dyah berharap, upaya yang dilakukan oleh
DTPHP Kutim ini dapat membantu menekan harga lombok di daerah ini. Selain itu,
juga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani lombok di Kutim.(adv/nan)